ANALISIS RISIKO KEGAGALAN KOMPONEN MESIN SCREW PRESS MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN PREVENTIVE MAINTENANCE PADA INDUSTRI KELAPA SAWIT
Main Article Content
Abstract
Mesin screw press merupakan salah satu peralatan utama dalam proses pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO). Kerusakan pada komponen mesin screw press dapat menyebabkan peningkatan downtime, penurunan efisiensi produksi, serta bertambahnya biaya pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kegagalan komponen mesin screw press serta menentukan prioritas pemeliharaan berdasarkan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan teknisi dan operator, serta analisis data historis kerusakan mesin. Penilaian risiko dilakukan menggunakan parameter Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D) untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN) pada setiap mode kegagalan. Nilai RPN tertinggi diperoleh pada komponen worm screw sebesar 192, diikuti main shaft sebesar 189 dan press cage sebesar 147 sehingga ketiga komponen tersebut menjadi prioritas utama dalam program pemeliharaan. Ketiga komponen tersebut menjadi prioritas utama dalam penyusunan strategi preventive maintenance melalui inspeksi berkala, pengendalian tekanan operasi, pemantauan kondisi komponen, serta penggantian komponen sebelum mencapai batas umur pakainya. Penelitian ini tidak hanya menghasilkan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), tetapi juga menyusun rekomendasi strategi preventive maintenance berbasis risiko yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pemeliharaan pada mesin screw press di industri kelapa sawit.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.