RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DENGAN PEMBERIAN Azotobacter dan PUPUK KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PEMBIBITAN UTAMA

  • Wilda Lumban Tobing Universitas Prima Indonesia

Abstract

Luas areal kelapa sawit di Indonesia semakin meningkat sehingga diperlukan bibit yang lebih baik. Melalui proses pembibitan dapat dihasilkan bibit-bibit yang bermutu. Pemberian  Azotobacter dan kompos kulit buah kakao (KKBK) merupakan salah satu alternatif yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit dengan pemberian Azotobacter dan kompos kulit buah kakao pada pembibitan utama. Penelitian ini dilakukan di areal kampus STIPAP Medan pada Februari-Juli 2013  dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dilanjutkan pada uji beda nyata terkecil (BNT). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, lingkar batang, dan jumlah daun.  Dari hasil penelitian, kombinasi A1K1 adalah perlakuan terbaik untuk tinggi tanaman senilai 74.43 cm, dan  jumlah daun senilai 12.67 helai. Aplikasi Azotobacter dan kompos kulit buah kakao yang  sangat baik dengan dosis 20 ml Azotobacter dan 125 gr kompos dapat menjadi pilihan dalam pembibitan kelapa sawit.

Published
2019-03-11
How to Cite
TOBING, Wilda Lumban. RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DENGAN PEMBERIAN Azotobacter dan PUPUK KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PEMBIBITAN UTAMA. Agroprimatech, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 26-31, mar. 2019. ISSN 2599-3232. Available at: <http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/Agroprimatech/article/view/431>. Date accessed: 15 sep. 2019.
Section
Articles