Ketidakpatuhan minum obat pada pasien TB paru: Studi kualitatif

Authors

  • Grace Florita Pasaribu Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Myrnawati Crie Handini Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Jasmen Manurung Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Kesaktian Manurung Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Rinawati Sembiring Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Mindo Tua Siagian Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Sari Mutiara Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.34012/jpms.v5i1.3788

Keywords:

ketidakpatuhan, pengawas minum obat, efek samping, TB paru

Abstract

Tidak tuntasnya pengobatan dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya resistensi terhadap obat anti TBC. Oleh karena tingkat kepatuhan minum obat oleh penderita tuberkulosis paru (TB paru) menjadi kunci dalam keberhasilan pengobatan TB paru. Tujuan penelitian ini adalah menggali lebih dalam terjadinya ketidakpatuhan minum obat pada pasien TB paru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi fenomenologi melalui wawancara mendalam (in depth interview). Informan terdiri dari penderita TB paru, Pengawas Minum Obat (PMO), Pengelola Program TB dan Kepala Puskesmas Siatas Barita. Analisis data dilakukan dengan metode Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan terjadinya ketidakpatuhan minum obat pada pasien TB paru terutama disebabkan oleh efek samping obat yang dirasakan sehingga menyebabkan ketidaknyamanan terhadap kondisi tubuh, lupa minum obat dan jumlah obat yang banyak dikonsumsi karena menderita penyakit penyerta lainnya. PMO sangat berperan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat tidak hanya dengan mengingatkan minum obat tetapi dengan mengawasi langsung saat minum obat, mendampingi pasien saat kontrol dan ambil obat ke puskesmas serta memberi semangat dan motivasi sehingga pasien merasa termotivasi untuk sembuh. Upaya dari manajemen puskesmas untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru adalah dengan melakukan penyuluhan cara minum obat, lama pengobatan, efek samping obat, monitoring efek samping obat dan melakukan home visit/kunjungan rumah untuk pemantauan pasien TB paru.

Downloads

Published

2023-06-14

How to Cite

Pasaribu, G. F., Handini, M. C. ., Manurung, J., Manurung, K., Sembiring, R. ., & Siagian, M. T. (2023). Ketidakpatuhan minum obat pada pasien TB paru: Studi kualitatif . Jurnal Prima Medika Sains, 5(1), 48-56. https://doi.org/10.34012/jpms.v5i1.3788

Issue

Section

Original Article