The Role of Posyandu Cadres in the Integrated Implementation of Specific and Sensitive Nutrition Interventions for Stunting Reduction at the South Pekalongan Health Center

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Chelsy Rachel
Yuniarti Yuniarti
Dewi Nugraheni Restu Mastuti

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan gizi utama di Indonesia. Puskesmas Pekalongan Selatan mencatat prevalensi stunting sebesar 7,70% pada awal tahun 2025, yang menyoroti perlunya intervensi gizi terpadu yang spesifik dan sensitif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kader posyandu . Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran kader posyandu dalam mengimplementasikan intervensi gizi terpadu untuk mengurangi stunting. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan Model Keyakinan Kesehatan (Health Belief Model/HBM), yang berfokus pada efikasi diri dan hambatan yang dirasakan, bersamaan dengan teori implementasi kebijakan Edward III yang menekankan komunikasi dan sumber daya. Temuan menunjukkan bahwa peran kader posyandu secara umum efektif tetapi masih suboptimal. Beberapa kader melaporkan kepercayaan diri yang terbatas dalam menjalankan tanggung jawab tertentu, sementara beban kerja yang tinggi dan partisipasi masyarakat yang rendah menghambat implementasi program. Tantangan komunikasi, termasuk miskomunikasi sesekali di antara pemangku kepentingan, juga memengaruhi penyampaian layanan. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia karena meningkatnya tuntutan program dan langkah-langkah efisiensi anggaran membatasi optimalisasi program. Penguatan kapasitas kader, peningkatan komunikasi, peningkatan partisipasi masyarakat, dan memastikan alokasi sumber daya yang memadai sangat penting untuk meningkatkan efektivitas intervensi gizi terpadu dan mempercepat upaya pengurangan stunting.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Rachel, C., Yuniarti, Y., & Mastuti, D. N. R. (2026). The Role of Posyandu Cadres in the Integrated Implementation of Specific and Sensitive Nutrition Interventions for Stunting Reduction at the South Pekalongan Health Center. Jurnal Kesmas Prima Indonesia, 10(2), 107–115. https://doi.org/10.34012/jkpi.v10i2.8665

References

  1. Anasa, Y., Kurnia, I., Salingkat, S. (2024). Implementation of Stunting Prevention Programs in Enu Village, Sinduk District, Donggala Regency. Journal of Publicity Studies, 1(1).
  2. Asmawanti, D., Sari, N., Fitranita, V., Hidayat, W. (2022). Prevention Health Socialization Stunting and Malnutrition in Pregnant Women and Baduta in Tanjung Jaya Kota Village Bengkulu. In Journal of Community Empowerment, 1(1).
  3. Audit Board of the Republic of Indonesia. (2024). Regulation of the Minister of Home Affairs Number 13 of 2024 concerning Integrated Service Posts. https://share.google/K3PAXT8kPijVWfRqq. Retrieved June 24, 2026.
  4. Harahap, T., Wibowo, A. (2025). Communication Strategy of Posyandu Cadres in Handling Stunting in Tengklik Village, Gunungkidul Regency, 8(2).
  5. Hendrawati, S., Suzana, H., Triana, V. (2025). Looking at the Self-Efficacy of Posyandu Cadres in Promotive and Preventive Stunting Efforts. Indonesian Journal of Nursing Health Science ISSN, 10(1), 34–47.
  6. Ministry of Health of the Republic of Indonesia. (2024.) Indonesia's Nutrition Status Survey 2024 In Numbers. SSGI 2024 Drafting Team in Numbers.
  7. Nugraheni, N., & Malik, A. (2021). The Role of Posyandu Cadres in Preventing Stunting Cases in Ngijo Village, Semarang City. Lifelong Education Journal, 3(1). https://journal.imadiklus.or.id/index.php/lej
  8. Rahman, H., Rahmah, M., Saribulan, N. (2023). Efforts to Handle Stunting in Indonesia. Journal of Equatorial Voice Government, (01), 44–59.
  9. Wardani, N., Harumi, A. (2022). Analysis of Perceived Benefits and Perceived Barriers On the Behavior of Mothers of Toddlers in Stunting Prevention Based on Health Theory Belief Model. Malahayati Nursing Journal, 4(3), 556–563.