Author Guideline

Pedoman Penulisan

Artikel yang dikirimkan ke Jurnal Abdimas Keperawatan dan Kebidanan Prima (JAK2P) memenuhi beberapa kriteria normatif sebagai berikut:

  1. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia Maupun bahasa Inggris secara online melalui situs web jurnal.
  2. Artikel maksimal 15 halaman, termasuk gambar dan tabel. File artikel harus memiliki ekstensi Microsoft Office (.doc/.docx).
  3. Dokumen artikel diketik pada kertas ukuran A4 (21cm x 29,7cm) menggunakan margin top, left, bottom, and right masing-masing 2,54 cm.
  4. Judul artikel: Font Times New Roman, ukuran: 16, bold, dan judul tidak lebih dari 14 kata. Nama penulis ukuran: 12 dan bold. Afiliasi dan email ukuran: 10.
  5. Abstrak: Abstrak ditulis dalam Indonesia dan bahasa Inggris. Abstrak harus berdiri sendiri, artinya tidak ada tanda kutip dalam abstrak. Abstrak harus secara ringkas memberikan informasi, termasuk pendahuluan, tujuan penelitian, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan. Abstrak maksimal 250 kata, font: Times New Roman, ukuran: 12, rata kiri-kanan dan spasi tunggal. Kata Kunci: 3 - 5 Kata Kunci Isi Artikel: Teks utama harus diketik dalam satu kolom menggunakan font Times New Roman, ukuran 12, paragraf menggunakan spasi 1,5, perataan: rata kiri-kanan.
  6. Pendahuluan: Apa tujuan penelitian ini? Mengapa Anda melakukan survei ini? Bagian utama artikel harus dimulai dengan paragraf pengantar, yang memberikan detail lebih lanjut tentang tujuan makalah, motivasi, metode penelitian, dan temuan.
  7. Metode: Bagian metode menjelaskan langkah-langkah yang diikuti dalam pelaksanaan penelitian dan juga memberikan justifikasi singkat untuk metode penelitian yang digunakan.
  8. Hasil dan Pembahasan. Hasil: Bagian hasil merangkum data yang dikumpulkan untuk penelitian dan melaporkan hasil. Gambar dapat disajikan dalam hitam putih atau berwarna. Jika berwarna, gambar harus terlihat jelas. Posisi gambar harus proporsional dengan keseluruhan isi teks. Tabel dapat disajikan dalam hitam putih atau berwarna; jika berwarna, tabel harus mudah dibaca. Pembahasan: Bagian ini merupakan bagian paling penting dalam sebuah artikel karena berfungsi untuk menafsirkan hasil kegiatan, menjelaskan makna temuan, serta menunjukkan kontribusi program terhadap penyelesaian masalah di masyarakat. Penulis harus menguraikan bagaimana hasil kegiatan menjawab tujuan program, menjelaskan perubahan yang terjadi pada sasaran, serta mengaitkan temuan dengan teori, konsep, atau hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Pembahasan tidak hanya mengulang hasil, tetapi harus memberikan analisis mendalam mengenai faktor yang mempengaruhi keberhasilan maupun keterbatasan pelaksanaan kegiatan, termasuk dukungan, hambatan, serta kondisi lapangan yang berperan terhadap capaian program. Selain itu, penulis perlu menjelaskan implikasi praktis dari kegiatan bagi masyarakat, institusi, maupun pengembangan program pengabdian selanjutnya. Pembahasan ditulis secara sistematis, logis, dan terintegrasi dengan hasil yang diperoleh, menggunakan rujukan ilmiah yang relevan untuk memperkuat interpretasi.
  9. Kesimpulan: Pada bagian ini, penulis menyajikan kesimpulan singkat dari hasil pengabdian masyarakat dengan saran untuk peneliti tingkat lanjut atau pembaca umum. Kesimpulan harus merangkum capaian utama kegiatan, menjawab tujuan program, serta menegaskan manfaat atau dampak kegiatan bagi masyarakat sasaran. Kesimpulan dapat meninjau poin-poin utama makalah, namun tidak boleh menyalin ulang abstrak. Penulisan kesimpulan harus ringkas, jelas, dan fokus pada hasil utama tanpa menambahkan data baru, tabel, ataupun kutipan pustaka.
  10. Keterbatasan: Bagian ini menjelaskan keterbatasan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat memengaruhi hasil maupun keberlanjutan program. Penulis perlu menguraikan secara objektif berbagai kendala yang ditemui, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan, jumlah peserta, cakupan wilayah, sarana dan prasarana, metode evaluasi, maupun keterlibatan pihak terkait. Penyampaian keterbatasan bertujuan untuk memberikan transparansi pelaksanaan program serta menjadi dasar perbaikan kegiatan selanjutnya. Penulis juga disarankan menambahkan rekomendasi pengembangan program atau strategi tindak lanjut berdasarkan keterbatasan tersebut.
  11. Referensi: Daftar referensi ditulis menggunakan APA Style (American Psychological Association) secara konsisten. Semua sumber yang dikutip dalam naskah harus tercantum dalam daftar referensi, dan setiap referensi yang tercantum harus disitasi dalam teks. Referensi disusun berdasarkan urutan alfabetis nama belakang penulis pertama dan menggunakan spasi tunggal (atau sesuai template jurnal). Penulisan referensi harus mencantumkan secara lengkap: nama penulis, tahun terbit, judul, sumber (nama jurnal/buku/penerbit), volume, nomor, halaman, serta DOI atau tautan akses jika tersedia. Judul artikel menggunakan huruf kecil (sentence case), sedangkan nama jurnal ditulis miring (italic) dan menggunakan huruf kapital pada setiap kata penting. Penulis dianjurkan menggunakan sumber pustaka yang relevan dan mutakhir, terutama artikel jurnal ilmiah dalam 5–10 tahun terakhir, kecuali sumber teori utama.