Kajian Perancangan Terhadap Perilaku pada Sekolah Luar Biasa di Siantar

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

saridesi simbolon
M.F.H Nasution
Rahma Wardani Siregar
Destia Farahdina
Alfridus Caprian Silaban

Abstract

Lembaga pendidikan tidak hanya ditunjukkan kepada anak yang memiliki kelengkapan fisik, tetapi juga kepada anak yang memiliki keterbelakangan mental. Mereka di anggap sosok yang tidak berdaya, sehingga perlu dibantu untuk mengatasi permasalahan tersebut dan disediakan berbagai bentuk layanan pendidikan atau sekolah bagi mereka. Pada dasarnya pendidikan untuk berkebutuhan khusus sama dengan pendidikan anak-anak pada umumnya, yang membedakan hanya lah pola pengajaran saja. Untuk meningkatkan minat anak untuk bersekolah terutama mereka yang mempunyai kekurangan, kita hendak nya memfasilitasi mereka sebaik baik nya agar kelak mereka tidak di pandang sebelah mata oleh orang yang merasa dirinya normal. Oleh karena itu, Perencanaan Sekolah Luar Biasa ini dapat menjadi solusi pada mereka dan dapat memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat terutama orang tua anak dan pada pemerintah kota Pematangsiantar.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
simbolon, saridesi, M.F.H Nasution, Siregar, R. W., Destia Farahdina, & Silaban, A. C. (2026). Kajian Perancangan Terhadap Perilaku pada Sekolah Luar Biasa di Siantar. Indonesian Journal of Prime Architecture and Civil Engineering (IJPACE), 1(1). Retrieved from https://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/ijpace/article/view/8341

References

  1. Aulia. O.N., Raidi. Syamsudin,(2022). Kajian Konsep Arsitektur Perilaku Sekolah
  2. Luar Biasa Tunanetra SLB Negeri A pajajaran Bandung, Jurnal SIAR-III, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  3. Adzara, R. N., & Widajanti, A. (2016). Evaluasi Kondisi Ruang Kelas Berdasarkan
  4. Perilaku Anak Kebutuhan Khusus Down Syndrome. Vitruvian
  5. Jurnal Arsitektur, Bangunan, & Lingkungan Vol.5, 156-157.
  6. Astuti, T. O. D. (2016), Sekolah Luar Biasa/ G-AB di Kabupaten Kulon Progo
  7. Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
  8. Munawaroh, S. A. (2019), Kajian Ruang Sekolah Luar Biasa Dharma Bhakti
  9. Pertiwi Bandar Lampung/Universitas Bandar Lampung.
  10. Nurfakhirah, A., Suparno, S., Nirawati, M.A. (2017). Penerapan Pendekatan
  11. Psikologi Arsitektur pada Sekolah Luar Biasa Tunarungu (SLB Tipe B), Arsitektur, 15(2), 525-531.
  12. Hadija. Rosita., Lamatenggo. Nina. (2021), Pengelolaan Pembelajaran Berbasis
  13. Kebutuhan di Sekolah Luar Biasa Negeri Kota Gorontalo. Jurnal Normalita, Vol. 9, 366-385. Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo.
  14. Hakim, M. i., & Iissimia, F. (2021). Kajian penerapan konsep Arsitektur Perilaku
  15. pada fasilitas sekolah luar biasa negeri 07 Jakarta. Jurnal Arsitektur PURWARUPA Volume 05, 30
  16. Makmun, S. (2012). Tingkat Aksesibilitas Ruang Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri
  17. 1 Bantul Bagi Peserta Didik Tuna Daksa. Universitas Negeri Yogyakarta.
  18. Tarigan, M. S. (2009). Kajian tentang Desain Ruang Belajar Pada Sekolah
  19. Dasar Luar Biasa Tunanetra SLB A Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia.
  20. Supriyatma, S., Dewi , A.O.P. (2019), Analisis aksesibilitas layanan perpustakaan
  21. sekolah luar biasa negeri Pembina Yogyakarta bagi siswa disabilitas. Ejournal Undip, I(1),1-10.
  22. Aburrahman Mulyono, 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus.
  23. Jakarta:Rineka Cipt
  24. Azwandi Yosfan, 2007. Media Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus.
  25. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
  26. Direktorat Ketenagaan.