Prevalensi kehilangan gigi posterior unilateral dibandingkan dengan bilateral terhadap gangguan sendi temporomandibula pada lanjut usia
DOI:
https://doi.org/10.34012/primajods.v1i2.2678Keywords:
kehilangan gigi posterior unilateral, kehilangan gigi posterior bilateral, gangguan sendi temporomandibulaAbstract
Kehilangan gigi posterior unilateral cenderung membuat mengunyah pada satu sisi dan bila dilakukan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan sendi temporomandibula, sedangkan kehilangan gigi posterior bilateral dapat menyebabkan perubahan dimensi vertikal oklusi dan dapat menyebabkan gangguan sendi temporomandibula. Gangguan sendi temporomandibula menimbulkan berbagai masalah seperti kesulitan membuka dan menutup mulut, mengunyah dan berbicara, terdapat bunyi kliking, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi kehilangan gigi posterior unilateral dibandingkan dengan bilateral terhadap gangguan sendi temporomandibula pada lanjut usia di UPT Pelayanan Lanjut Usia Binjai. Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif. Jumlah sampel penelitian ini adalah 118 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa keadaan intraoral dan ektraoral partisipan lalu menanyakan pertanyaan yang tertera pada kuesioner berdasarkan (Fonseca’s Questionnaire). Hasil penelitian yang diuji menggunakan uji Chi-Square menunjukan bahwa kehilangan gigi posterior unilateral cenderung mengalami sendi temporomandibula dibandingkan kehilangan gigi posterior bilateral. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara kehilangan gigi posterior unilateral dan bilateral terhadap gangguan sendi temporomandibula.