LIMITATIONS OF LEGAL RESPONSIBILITY OF COMMITMENT-MAKING OFFICIALS IN ALLEGED CRIMINAL CORRUPTION IN GOVERNMENT GOODS AND SERVICES PROCUREMENT
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
This study examines the legal position of Commitment-Making Officials (PPK) and the limits of their criminal liability in government procurement corruption. This research discusses the difference between administrative or technical errors and criminal acts, specifically the criteria for establishing criminal liability. This study uses a normative juridical method with a legislative approach. Legal materials are analyzed qualitatively through legal reasoning. The findings indicate that the criminal liability of the PPK cannot be established solely based on official status or financial loss to the state. Responsibility requires evidence that establishes a relevant criminal act, fault, and the absence of legally recognized reasons that exclude criminal liability. The novelty of this study lies in examining the boundaries between administrative accountability and criminal liability by considering the authority of officials, behavior, fault, and causal relationship with state financial losses. In the context of Law Number 20 of 2021 on the eradication of corruption, the applicable legal provisions must be assessed in accordance with the relevant temporal and transitional rules, including the relationship between Articles 2 and 3 of the Corruption Eradication Law and Articles 603 and 604 of the Criminal Code. This study recommends that law enforcement distinguish between administrative or technical irregularities and corruption by assessing specific behaviors and the fulfillment of applicable criminal elements before imposing criminal liability.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Agus Arif Rakhman, M M. Buku Kerja Pejabat Pembuat Komitmen VersI Perpres No. 16 Tahun 2018: Edisi Kedua. Prenada Media, 2021.
- Akhriani, Ririn. “Efektivitas E-Procurement, Probity Audit, Dan Whistleblowing System Terhadap Pencegahan Fraud Pengadaan Barang/Jasa Dengan Sensitivitas Etis Sebagai Variabel Moderasi= The Effectiveness Of E-Procurement, Probity Audit, And Whistleblowing System On Fraud Prevention In The Procurement Of Goods/Services With Ethical Sensitivity As A Moderating Variable.” Universitas Hasanuddin, 2025.
- Arsyad, Jawade Hafidz, and Dian Karisma. Sentralisasi Birokrasi Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah. Sinar Grafika, 2022.
- Benuf, Kornelius, and Muhamad Azhar. “Metodologi Penelitian Hukum Sebagai Instrumen Mengurai Permasalahan Hukum Kontemporer.” Gema Keadilan 7, no. 1 (2020): 20–33.
- Fadlian, Aryo. “Pertanggungjawaban Pidana Dalam Suatu Kerangka Teoritis.” Jurnal Hukum Positum 5, no. 2 (2020): 10–19.
- Istiqlallia, Naony Fenti, Raissa Ardelia, and Pramudya Ramadhanti. “Pertanggungjawaban Hukum Pejabat Pembuat Komitmen (Ppk) Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.” PERSPEKTIF: Kajian Masalah Hukum Dan Pembangunan 25, no. 2 (2020): 129–34.
- Korupsi, Pusat Edukasi Anti. “KPK Dorong Ekosistem Pengadaan Barang/Jasa Berintegritas Lewat Pelatihan Antikorupsi.” Korupsi, Pusat Edukasi Anti, n.d. https://aclc.kpk.go.id/aksi-informasi/informasi/20250902-kpk-dorong-ekosistem-pengadaan-barangjasa-berintegritas-lewat-pelatihan-antikorupsi?
- Mahardhika, Vita. “Pertanggungjawaban Pidana Pejabat Pembuat Komitmen Sebagai Upaya Pencegahan Korupsi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.” Jurnal Hukum Samudra Keadilan 16, no. 1 (2021): 140–55.
- Maisari, Rini. “Pertanggungjawaban Pemerintah Terkait Pengelolaan Keuangan Negara Dalam Penyediaan Barang Dan Jasa Di Masa COVID-19.” Lex Renaissance 9, no. 2 (2024): 282–308.
- Marlina, Heni. “Perlindungan Hukum Terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.” Doctrinal 5, no. 2 (2020): 192–202.
- Martinelli, Imelda, Ellen Chang, Natania Frederica, and Sherlyana Indah Saputri. “Teori Hans Kelsen Dalam Memaknai TAnggung JAwab Perjanjian Utang-Piutang: Studi Putusan No. 3/Pdt. G/2023/PN Sos.” Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora 5, no. 1 (2025): 130–39.
- Nurhayati, Yati, Ifrani Ifrani, and M Yasir Said. “Metodologi Normatif Dan Empiris Dalam Perspektif Ilmu Hukum.” Jurnal Penegakan Hukum Indonesia 2, no. 1 (2021): 1–20.
- Risman, Cecep Tatang, Wiryanto Wiryanto, and Sultan Sultan. “Optimalisasi Tugas Dan Tanggung Jawab Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Dalam Pelaksanaan Pengadaan Barang Dan Jasa Untuk Mencegah Terjadinya Tindak Pidana Korupsi.” Jurnal Hukum Jurisdictie 5, no. 2 (2023): 1–25.
- Rustan, Ahmad. “Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.” Universitas Airlangga, 2022.
- Saebani, Beni Ahmad. “Metode Penelitian Hukum Pendekatan Yuridis Normatif.” CV Pustaka Setia, 2021.
- Shodiq, Bustanul Arifun, and Satria Prayoga. “Model Transformasi Digital Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Yang Efektif Dan Efisien Dalam Rangka Mewujudkan Good Governance.” Jurnal Ilmiah Edunomika 10, no. 1 (2026).
- Suartama, Sang Made, and Cokorde Istri Dian Laksmi Dewi. “Efektivitas Atas Tata Kepemerintahan Yang Baik Dalam Penyelenggaraan Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Kabupaten Karangasem.” Kajian Ilmiah Hukum Dan Kenegaraan 1, no. 2 (2023): 105–12.
- Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.
- Suparwanto, Daviq. “Analisis Kinerja Pengadaan Barang/Jasa.” Jurnal Pengadaan Barang Dan Jasa 4, no. 2 (2025): 76–92.
- Wibowo, Richo Andi. Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Dan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah: Pendekatan Perbandingan Hukum. Ugm Press, 2022.