Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima <p>Jurnal ini akan menerbitkan jurnal yang bersifat pengabdian masyarakat</p> <p>Tarack: Kebidanan dan kesehatan</p> en-US Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima Pemberian Pelatihan Tentang Tehknik Menyusui Yang Benar Dalam Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima/article/view/1865 <p>Teknik Menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar. Cara menyusui sangat mempengaruhi kenyamanan bayi saat menghisap ASI. Bidan&nbsp; / perawat perlu memberikan bimbingan pada ibu dalam minggu pertama setelah&nbsp; persalinan&nbsp; (nifas) tentang cara - cara menyusui yang benar (Mulyani, 2015). Teknik menyusui merupakan hal yang penting dalam memulai proses menyusui. Pada minggu pertama persalinan&nbsp; ibu&nbsp; mengalami fase dimana mengakibatkan ibu lebih sensitif, ibu memerlukan pendampingan dari tenaga kesehatan maupun orang yang terdekat disekitarnya agar dapat membantu ibu memulai proses menyusui dengan benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan melalui serangkaian tahap antara lain dengan Pemeriksaan tanda-tanda vital pada ibu nifas. Pemeriksaan gizi, kebersihan diri/ personal hygiene. Pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif kepada suami. Pendidikan kesehatan tentang gizi dan kebersihan diri Pemberian reward bagi para ibu nifas. Door prize usai kegiatan Penyuluhan, Pemberian reward bagi para kader. Fungsi dan tujuan Untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan pengetahuan para kader akan pentingnya ASI Ekslusif, optimalisasi kemampuan dan keterampilan para kader agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan tentang ASI Ekslusif .</p> Chrismis Novalinda Ginting Yuliana Aquinsa Tobing Putri Shamila Sari Rika Dwi Handini Copyright (c) 2021 Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima 2021-06-19 2021-06-19 3 1 Melaksanakan Pemberdayaan Para Kader Dalam Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima/article/view/1866 <p>Kesuksesan ASI Ekslusif memerlukan banyak orang yang harus berpartisipasi. Salah satunya kader.&nbsp; kader berperan dalam membantu ibu melakukan proses menyusui dengan benar. Kader adalah orang atau kumpulan orang yang dibina oleh suatu lembaga kepengurusan dalam sebuah organisasi, baik sipil maupun militer, yang berfungsi sebagai pemihak atau membantu tugas dan fungsi pokok organisasi tersebut. Maka dari itu perlu adanya pemberdayaan kader dalam program ASI Ekslusif dengan memberikan pelatihan penyuluhan kesehatan tentang ASi Ekslusif pada kader. Adanya pelatihan pada kader maka kader akan lebih mengetahui dan memahami tentang Asi Ekslusif, kader dapat memberi penyuluhan kesehatan ke warga sekitarnya. Terlaksananya program tersebut dapat mensukseskan program pemerintah tentang ASI Ekslusif sehingga dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan melalui serangkaian tahap antara lain dengan Pemeriksaan tanda-tanda vital pada ibu nifas. Pemeriksaan gizi, kebersihan diri/ personal hygiene. Pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif kepada suami. Pendidikan kesehatan tentang gizi dan kebersihan diri Pemberian reward bagi para ibu nifas. Door prize usai kegiatan Penyuluhan, Pemberian reward bagi para kader. Fungsi dan tujuan Untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan pengetahuan para kader akan pentingnya ASI Ekslusif, optimalisasi kemampuan dan keterampilan para kader agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan tentang ASI Ekslusif.</p> Chrismis Novalinda Ginting Romlah Sarita Echa Widyani Deliana Siregar Copyright (c) 2021 Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima 2021-06-19 2021-06-19 3 1 PEMBERIAN PELATIHAN TENTANG TEKHNIK MENCEGAH POST PARTUM BLUES PADA IBU PASCA PERSALINAN http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima/article/view/1869 <p>Postpartum blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi pada ibu (Rukiyah dan Yulianti, 2010). Kondisi postparum blues dialami oleh hampir 80% wanita yang baru saja melahirkan. Hal ini dapat terjadi karena persalinan yang tidak siap dan menjadi seorang ibu, kadar estrogen, progesteron, prolaktin, dan esterol yang terlalu rendah, usia dan paritas (usia muda atau jumlah persisten yang dialami dapat mengakibatkan postpartum blues), serta dukungan emosional. suami dan keluarga memiliki pengaruh besar dalam kontribusi postpartum blues. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang Postpartum Blues pada ibu pasca persalinan. Metode yang digunakan dalam kegiatan melalui serangkaian tahap antara lain dengan penyuluhan/edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Komunitas dibentuk melalui beberapa kegiatan yaitu: koordinasi dengan pengurus RT pedukuhan, dan tokoh masyarakat memberikan pelayanan kesehatan tentang post partum blues<strong>, </strong>memberikan pendidikan kesehatan tentang post partum blues<strong>, </strong>memberikan reward bagi para ibu, memberikan door prize usai kegiatan pelayanan kesehatan ibu, memberian reward bagi&nbsp; para kader</p> Parida Hanum Susi Trinawati Waruwu Dear Sari Br Purba Copyright (c) 2021 Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima 2021-06-19 2021-06-19 3 1 MELAKSANAKAN PEMBERDAYAAN PARA KADER TENTANG TEKHNIK MENCEGAH POST PARTUM BULES PADA IBU PASCA PERSALINAN http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima/article/view/1870 <p>Pasca melahirkan ialah periode dimana seorang ibu akan menjalani hari- hari yang tak kalah melelahkannya dibandingkan dengan masa kehamilan. Keadaan tersebut sangat terkait dengan kondisi fisik maupun psikis yang lebih lanjut akan menimbulkan perasaan stres (tertekan). Penelitian menunjukkan&nbsp; bahwa&nbsp; ada sekitar&nbsp; 50-80%&nbsp;&nbsp; wanita&nbsp; pasca&nbsp; melahirkan&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; mengalami <em>baby&nbsp; blues&nbsp; syndrome&nbsp; </em>atau&nbsp; sering disebut juga dengan <em>postpartum distress syndrome </em>ini. <em>Postpartum blues </em>dapat dipicu oleh perasaan belum siap menghadapi lahirnya bayi atau timbulnya kesadaran akan&nbsp;&nbsp;&nbsp; meningkatkan tanggungjawab sebagai ibu. Ibu primipara kebanyakan mengalami <em>postpartum blues </em>berat pada periode <em>immediate postpartum </em>yang akan meningkatkan kejadian depresi postpartum. Tujuan penelitian ini adalah untuk melaksanakan pemberdayaan para kader tentang tekhnik mencegah Postpartum Blues pada ibu pasca persalinan. Metode yang digunakan dalam kegiatan melalui serangkaian tahap antara lain dengan penyuluhan/edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Komunitas dibentuk melalui beberapa kegiatan yaitu: koordinasi dengan pengurus RT pedukuhan, dan tokoh masyarakat memberikan pelayanan kesehatan tentang post partum blues<strong>, </strong>memberikan pendidikan kesehatan tentang post partum blues<strong>, </strong>memberikan reward bagi para ibu, memberikan door prize usai kegiatan pelayanan kesehatan ibu, memberian reward bagi&nbsp; para kader.</p> <p>&nbsp;</p> Parida Hanum Serlina Zega Desneni Halawa Daniella Theresia Br Ginting Copyright (c) 2021 Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima 2021-06-19 2021-06-19 3 1 Demonstrasi Pemberdayaan Masyarakat tentang Perawatan Ibu yang Melahirkan dengan Seksio Sesarea http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima/article/view/1871 <p>Sectio Caesarea berasal dari bahasa Latin, Caedere, artinya memotong. Sectio Caesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding rahim. Pada pasien yang dilakukan operasi pembedahan untuk tindakan sectio cesarea ini memerlukan beberapa perhatian karena ibu nifas yang melahirkan dengan operasi caesarea agar dapat melewati fase penyembuhan pasca operasi tanpa komplikasi. Perawatan luka pada ibu post partum secsio caseria adalah salah satu kegiatan dalam rangka pelayanan perawatan kesehatan selama paska operasi. Kegiatan ini ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi mempercepat penyembuhan dan mobilitas sang ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendemonstrasikan kepada ibu-ibu tentang Melaksanakan Perawatan Ibu yang Melahirkan dengan Seksio Sesarea. Metode yang digunakan dalam kegiatan melalui serangkaian tahap antara lain dengan penyuluhan/edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Komunitas dibentuk melalui beberapa kegiatan yaitu: koordinasi dengan pengurus RT pedukuhan, dan tokoh masyarakat memberikan pelayanan kesehatan tentang post partum blues, memberikan pendidikan kesehatan tentang post partum blues, memberikan reward bagi para ibu, memberikan door prize usai kegiatan pelayanan kesehatan ibu, memberikan reward bagi&nbsp; para kader.</p> Mangatas Silaen Liberwati Zamili Kinanti Sri Hayati Kurnia Mita Julianti Nelfian Laia Copyright (c) 2021 Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima 2021-06-19 2021-06-19 3 1 MELAKSANAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG PERAWATAN IBU YANG MELAHIRKAN DENGAN SEKSIO SESAREA http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima/article/view/1872 <p>Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat serta untuk bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan Kesehatan. Persalinan dengan seksio sesarea sangat berbeda dengan persalinan per vagina. Sebagian ibu-ibu beranggapan bahwa persalinan dengan operasi berguna dalam membantu mereka menghindari persalinan, mengetahui kapan bayinya akan lahir sehingga memungkinkan mereka untuk membuat perencanaan dan secara psikologis mempersiapkan diri untuk menghadapi operasi dan pemulihannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang Melaksanakan Perawatab Ibu yang Melahirkan dengan Seksio Sesarea. Metode yang digunakan dalam kegiatan melalui serangkaian tahap antara lain dengan penyuluhan/edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Komunitas dibentuk melalui beberapa kegiatan yaitu: koordinasi dengan pengurus RT pedukuhan, dan tokoh masyarakat memberikan pelayanan kesehatan tentang post partum blues<strong>, </strong>memberikan pendidikan kesehatan tentang post partum blues<strong>, </strong>memberikan reward bagi para ibu, memberikan door prize usai kegiatan pelayanan kesehatan ibu, memberian reward bagi&nbsp; para kader.</p> <p>&nbsp;</p> Mangatas Silaen Delfriani Mauli Illah Niken Ayu Copyright (c) 2021 Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima 2021-06-19 2021-06-19 3 1 Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kader Tentang Pemanfaatan Air Jahe Untuk Mengurangi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Di Helvetia 2020 http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima/article/view/1873 <p>Kader adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh dan dari masyarakat yang bertugas mengembangkan masyarakat. Emesis gravidarum merupakan keluhan umum yang terjadi pada kehamilan muda. Sebagian besar mual muntah saat kehamilan dapat diobati dengan pengobatan jalan, serta pemberian obat penenang dan anti muntah. Tetapi, sebagian kecil wanita hamil tidak dapat mengatasi mual muntah yang berkelanjutan sehingga mengganggu aktifitas dan menyebabkan terganggunya keseimbangan elektrolit akibat kekurangan cairan. Minyak Atsiri terdapat di dalam kandungan jahe (minyak aromaterapi yang berbahan dasar wangi wangian yang digunakan untuk pengobatan alami) Zingiberol, kurkumen, flandrena, bisabilena, zingiberena (zingirona), gingerol, resin pahit dan vitamin A yang bisa menghalangi serotonin yang merupakan neuro transmitter pada neoron-neuron serotonergis yang disintesiskan sel-sel enterokromafin serta sistem saraf pusat ke dalam saluran pencernaan yang kemudian diyakini dapat mengatasi mual dan muntah karena memberi rasa nyaman dalam perut. Metode yang digunakan dalam kegiatan melalui serangkaian tahap antara lain dengan penyuluhan/edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Komunitas dibentuk melalui beberapa kegiatan yaitu: koordinasi dengan pengurus RT, pedukuhan, dan tokoh masyarakat memberikan pelayanan kesehatan tentang rawat gabung<strong>, </strong>memberikan penyuluhan<strong>, </strong>memberikan reward bagi para ibu, memberikan door prize usai kegiatan pelayanan kesehatan ibu, memberian reward bagi&nbsp; para kader.</p> Rahmaini Fitri Harahap Elka Sahroni Rita Lestari Nimasia Laia Copyright (c) 2021 Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima 2021-06-19 2021-06-19 3 1 DEMONSTRASI DALAM PEMBUATAN AIR JAHE DALAM MENGATASI MUAL DAN MUNTAH BAGI IBU HAMIL http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima/article/view/1874 <p>Seorang ibu hamil akan sangat membutuhkan gizi yang banyak untuk <br>perkembangan janin yang dikandung, persalinan dan menyusui. Perubahan <br>hormonal dan fisik perempuan yang terjadi selama hamil akan mempengaruhi pola <br>konsumsi makanannya. Nutrisi ibu hamil juga sangatlah penting bagi kesehatan <br>janin dalam kandungan. Emesis gravidarum merupakan keluhan umum yang terjadi pada kehamilan muda. Sebagian besar mual muntah saat kehamilan dapat diobati dengan pengobatan jalan, serta pemberian obat penenang dan anti muntah. Tetapi, sebagian kecil wanita hamil tidak dapat mengatasi mual muntah yang berkelanjutan sehingga mengganggu aktifitas dan menyebabkan terganggunya keseimbangan elektrolit akibat kekurangan cairan. Minyak Atsiri terdapat di dalam kandungan jahe (minyak aromaterapi yang berbahan dasar wangi wangian yang digunakan untuk pengobatan alami) Zingiberol, kurkumen, flandrena, bisabilena, zingiberena (zingirona), gingerol, resin pahit dan vitamin A yang bisa menghalangi serotonin yang merupakan neuro transmitter pada neoron-neuron serotonergis yang disintesiskan sel-sel enterokromafin serta sistem saraf pusat ke dalam saluran pencernaan yang kemudian diyakini dapat mengatasi mual dan muntah karena memberi rasa nyaman dalam perut. Metode yang digunakan dalam kegiatan melalui serangkaian tahap antara lain dengan penyuluhan/edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Komunitas dibentuk melalui beberapa kegiatan yaitu: koordinasi dengan pengurus RT pedukuhan, dan tokoh masyarakat memberikan pelayanan kesehatan tentang rawat gabung<strong>, </strong>memberikan penyuluhan<strong>, </strong>memberikan reward bagi para ibu, memberikan door prize usai kegiatan pelayanan kesehatan ibu, memberian reward bagi&nbsp; para kader.</p> Rahmaini Fitri Harahap Umul Khoir Annisa Putri Asma Novi Yanti Copyright (c) 2021 Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima 2021-06-19 2021-06-19 3 1 MELAKSANAKAN PEMBERDAYAAN PARA KADER TENTANG TEKHNIK DETEKSI DINI KANKER SERVIKS http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima/article/view/1875 <p>Penyakit kanker merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia. Kanker dapat menyerang berbagai jaringan di dalam organ tubuh, termasuk organ repoduksi wanita yaitu serviks atau leher rahim. Angka kejadian dan angka kematian akibat kanker serviks di dunia menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Sementara itu di negara berkembang masih menempati urutan teratas sebagai penyebab kematian akibat kanker di usia reproduktif (Rasjidi, 2009). Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai jumlah kasus kanker serviks yang cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, ditemukan data estimasi jumlah kasus kanker serviks di Provinsi Jawa Timur sebanyak dimana memiliki jumlah</p> <p>Penyakit kanker merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia. Kanker dapat menyerang berbagai jaringan di dalam organ tubuh, termasuk organ repoduksi wanita yaitu serviks atau leher rahim. Angka kejadian dan angka kematian akibat kanker serviks di dunia menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Sementara itu di negara berkembang masih menempati urutan teratas sebagai penyebab kematian akibat kanker di usia reproduktif (Rasjidi, 2009). Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai jumlah kasus kanker serviks yang cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, ditemukan data estimasi jumlah kasus kanker serviks di Provinsi Jawa Timur sebanyak dimana memiliki jumlah.</p> Debi Novita Siregar Ariana erawati Sindi wulandari Bintang pratiwi Copyright (c) 2021 Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima 2021-06-19 2021-06-19 3 1 PELAKSANAAN IVA GRATIS DI KELURAHAN TANJUNG GUSTA http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima/article/view/1876 <p>Kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua pada wanita di negara yang sedang berkembang setelah kanker payudara, diperkirakan sebesar 273.000 kematian setiap tahunnya. Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada serviks (leher rahim) dan disebabkan oleh Virus HPV (Human Papiloma Virus).1 Tipe virus HPV yang banyak paling banyak dianggap sebagai penyebab kanker serviks adalah tipe 16 dan 18 yang ditemukan sebesar 70% dari laporan penelitian WHO tahun 2006. Wanita dengan seksualitas aktif beresiko terinfeksi Human Papiloma Virus (HPV) sebesar 50% sampai 80%.2 Publikasi WHO pada Global Burden Cancer (GLOBOCAN) memprediksikan bahwa kejadian dan kematian akibat kanker serviks terus meningkat, khususnya di negara yang sedang berkembang. Perkiraan kejadian per tahun pada negara yang kurang berkembang adalah 450.000 dan mortalitas lebih dari 240.000. Pada GLOBOCAN (2002) diperkirakan 80% kematian di dunia disebabkan oleh kanker serviks, sedangkan menurut GLOBOCAN (2008) adalah 88% dan akan meningkat 98% kanker pada tahun 2030.3 Sistem kesehatan masih kurang lengkap terutama di negara yang sedang berkembang, menyediakan pemeriksaan skrining bagi perempuan dan merupakan tantangan untuk mendapatkan wanita yang harus diskrining, follow up dan pengobatan pre kanker. Studi menunjukkan bahwa perempuan yang hanya diskrining sekali seumur hidup antara usia 30 sampai 40 tahun dapat menurunkan resiko kanker serviks sebesar 25-36 %.4</p> Debi Novita Siregar Eva Br Sianturi Desmarwisanti ziura Copyright (c) 2021 Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima 2021-06-19 2021-06-19 3 1 MELAKSANAKAN DEMONTRASI DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima/article/view/1877 <p>Stunting pada balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan status kesehatan pada anak. Studi terkini menunjukkan anak yang mengalami stunting berkaitan dengan prestasi di sekolah yang buruk, tingkat pendidikan yang rendah dan pendapatan yang rendah saat dewasa. Anak yang mengalami stunting memiliki kemungkinan lebih besar tumbuh menjadi individu dewasa yang tidak sehat dan miskin. Stunting pada anak juga berhubungan dengan peningkatan kerentanan anak terhadap penyakit, baik penyakit menular maupun Penyakit Tidak Menular (PTM) serta peningkatan risiko overweight dan obesitas. Keadaan overweight dan obesitas jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Kasus stunting pada anak dapat dijadikan prediktor rendahnya kualitas sumber daya manusia suatu negara. Keadaan stunting menyebabkan buruknya kemampuan kognitif, rendahnya produktivitas, serta meningkatnya risiko penyakit mengakibatkan kerugian jangka panjang bagi ekonomi Indonesia. Metode yang digunakan dalam kegiatan melalui serangkaian tahap antara lain dengan penyuluhan/edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Komunitas dibentuk melalui beberapa kegiatan yaitu: koordinasi dengan pengurus RT pedukuhan, dan tokoh masyarakat memberikan pelayanan kesehatan tentang rawat gabung<strong>, </strong>memberikan penyuluhan<strong>, </strong>memberikan reward bagi para ibu, memberikan door prize usai kegiatan pelayanan kesehatan ibu, memberian reward bagi&nbsp; para kader.</p> Debora Paninsari Hotna Sari Pohan Herbita Suriani Nur Liza Afni Puti Lestari Copyright (c) 2021 Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima 2021-06-19 2021-06-19 3 1 Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanggulangan Stunting http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/jukeprima/article/view/1878 <p>Pemenuhan gizi yang belum tercukupi baik sejak dalam kandungan hingga bayi lahir, dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan, baik pada ibu maupun bayinya. Salah satu gangguan kesehatan yang berdampak pada bayi atau anak adalah stunting atau tubuh pendek akibat kurang gizi kronik.Stunting merupakan ancaman serius terhadap anak di Indonesia saat ini. Kondisi stunting atau bertubuh pendek karena kekurangan gizi kini telah diderita sebanyak 8,8 juta anak Indonesia (Tirto,2016). Menurut amatan pakar gizi, angka ini meningkat sebesar 37,2 persen dalam jangka waktu tiga tahun (Tirto,2016). Saat ini prevalensi stunting di Indonesia adalah 37,2% atau 8 juta anak mengalami pertumbuhan tidak maksimal (Tribun Jateng, 2019). Stunting bisa terjadi terjadi sejak anak atau calon bayi berada dalam kandungan seorang ibu dan pada masa awal setelah anak lahir serta akan nampak saat anak berusia 2 Tahun. Anak masa balita merupakan kelompok yang rentan mengalami kurang gizi, seperti stunting (WHO, 2010). Stunting dapat menyebabkan gangguan sosial dan emosional, serta penurunan perkembangan kognitif saat usia dewasa. Selain itu, anak-anak stunting lebih rentan mengalami kematian (Manggala et al., 2018).&nbsp; Masalah kurang gizi dan stunting merupakan dua masalah yang saling berhubungan. Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrien selama seribu hari pertama kehidupan. Hal ini menimbulkan gangguan perkembangan fisik anak yang irreversible, sehingga menyebabkan penurunan kemampuan kognitif dan motorik serta penurunan performa kerja. Anak stunting memiliki rerata skor Intelligence Quotient (IQ) sebelas poin lebih rendah dibandingkan rerata skor IQ pada anak normal. Gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi bila tidak mendapatkan intervensi sejak dini akan berlanjut hingga dewasa. Metode yang digunakan dalam kegiatan melalui serangkaian tahap antara lain dengan penyuluhan/edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Komunitas dibentuk melalui beberapa kegiatan yaitu: koordinasi dengan pengurus RT pedukuhan, dan tokoh masyarakat memberikan pelayanan kesehatan tentang rawat gabung<strong>, </strong>memberikan penyuluhan<strong>, </strong>memberikan reward bagi para ibu, memberikan door prize usai kegiatan pelayanan kesehatan ibu, memberian reward bagi&nbsp; para kader.</p> Debora Paninsari Vika Ardani Hasnita Tresna Sandi Harefa Helmi Ratna Sari Copyright (c) 2021 Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima 2021-06-19 2021-06-19 3 1