Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit lemon (Citrus limon) konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50% terhadap bakteri Enterococcus faecalis

Authors

  • Steven Wijaya Departemen Ilmu Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan Universitas Prima Indonesia
  • Chandra Susanto Departemen Periodonsia, Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan Universitas Prima Indonesia
  • Fredy Zuardi Departemen Ilmu Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan Universitas Prima Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.34012/primajods.v5i1.2566

Keywords:

Antibakteri, Enterococcus faecalis, kulit lemon

Abstract

Latar Belakang: Salah satu bakteri yang sering ditemukan dalam kasus kegagalan perawatan endodontik dan yang paling resistan adalah Enterococcus faecalis. Penggunaan larutan irigasi chlorhexidine (CHX) 2% lebih baik melawan bakteri Enterococcus faecalis dibandingkan sodium hypochlorite (NaOCl) 5,25%. Namun, penggunaan CHX dapat menyebabkan pewarnaan gigi, sensasi terbakar pada mukosa, xerostomia, gangguan pengecapan, dan komplikasi sistemik jika tertelan. Lemon merupakan salah satu tanaman obat dan pada bagian kulitnya memiliki senyawa flavonoid yang bersifat sebagai antibakteri. Tujuan: Untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan efektivitas antibakteri dari ekstrak kulit lemon (Citrus limon) terhadap bakteri Enterococcus faecalis. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post test only control group design. Penelitian ini terdiri dari kelompok ekstrak kulit lemon (Citrus limon) konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, chlorhexidine 2% (kontrol positif), dan DMSO (kontrol negatif). Setiap kelompok memiliki empat sampel. Pengujian aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi cakram, lalu hasil diameter zona hambat yang terbentuk diukur dengan kaliper geser. Hasil: Rerata dan standar deviasi diameter zona hambat (dalam satuan mm) dari ekstrak kulit lemon konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, chlorhexidine 2%, dan DMSO adalah sebagai berikut 6,256 ± 0,304, 7,356 ± 0,262, 8,438 ± 0,918,  11,513 ± 1,296, 21,525 ± 1,184, dan 0. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak kulit lemon yaitu fenolik, flavonoid, alkaloid, terpenoid / steroid, tanin, dan saponin. Kesimpulan: Ekstrak kulit lemon berbagai konsentrasi memiliki kemampuan antibakteri untuk menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.

Published

2022-04-06

How to Cite

Wijaya, S., Susanto, C., & Zuardi, F. (2022). Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit lemon (Citrus limon) konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50% terhadap bakteri Enterococcus faecalis. Prima Journal of Oral and Dental Sciences, 5(1), 40-47. https://doi.org/10.34012/primajods.v5i1.2566

Issue

Section

Articles