Hubungan Derajat Keparahan Kelainan Periodontal Dengan Traumatik Oklusi Pada Pemakai Gigi Tiruan Sebagian Lepasan di RSGM USU

Authors

  • Jevon Felim Universitas Sumatera Utara

Keywords:

GTSL, traumatik oklusi, kelainan periodontal, derajat keparahan

Abstract

Gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) bertujuan untuk menggantikan gigi yang hilang serta jaringan pendukungnya, dapat dipasang dan dilepas sendiri oleh pemakainya. Jaringan periodontal mempunyai batas ambang dalam menahan tekanan oklusi, bila tekanan ini berlebihan dapat mencederai jaringan periodontal. Bila GTSL tidak dibersihkan dapat mengakibatkan akumulasi debris, sehingga mengakibatkan terjadinya inflamasi gingiva. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional.Sampel pada penelitian ini adalah pemakai gigi tiruan sebagian lepasan di RSGM USU sejak bulan Juni 2014 sampai bulan Juli 2015 yang berjumlah 100 orang. Subjek penelitian dilakukan pemeriksaan klinis berupa pemeriksaan kelainan periodontal, traumatik oklusi dan oral hygiene. Subjek penelitian yang mengalami kelainan periodontal dibagi menjadi 4 kelompok derajat keparahan yaitu gingivitis sederhana, periodontal destruksi tahap awal, periodontal destruksi tahap mantap, dan penyakit pada tahap akhir.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara derajat keparahan kelainan periodontal dengan traumatik oklusi dengan nilai p = 0,011.

Downloads

Published

2018-04-30

How to Cite

Felim, J. (2018). Hubungan Derajat Keparahan Kelainan Periodontal Dengan Traumatik Oklusi Pada Pemakai Gigi Tiruan Sebagian Lepasan di RSGM USU. PRIMER (Prima Medical Journal), 3(2), 24-34. Retrieved from http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/PRIMER/article/view/118