KINERJA BIDAN DESA DALAM PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI KECAMATAN KOTA PINANG KABUPATEN LABUHAN BATU SELATAN

Authors

  • Nurhamimah Nurhamimah Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Helvetia
  • Mappeaty Nyorong Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Helvetia
  • Darwin Syamsul Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Helvetia

DOI:

https://doi.org/10.34012/jkpi.v2i1.894

Keywords:

Prestasi Kerja, Tanggungjawab, Ketaatan, Kerjasama, Prakarsa

Abstract

ABSTRAK

 

Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. cakupan ASI eksklusif di Kecamatan Kota Pinang  adalah 48%, adapun tujuan peneitian ini adalah untuk menganalisis kinerja bidan desa terhadap pelaksanaan inisiasi menyusui dini (IMD) di Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kota Pinang. Waktu Penelitian berlangsung mulai bulan September sampai dengan oktober 2019. Populasi penelitian yaitu seluruh bidan desa yang bertugas di Kecamatan Kota Pinang  yang berjumlah 53  orang. Teknik yang digunakan adalah total sampling. Data hasil survey dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, prestasi kerja (p=0,002), tanggung jawab (p=0,024), ketaatan (p=0,014), kerjasama (p=0,005), prakarsa (p=0,001) berpengaruh terhadap pelaksanaan IMD di Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu SelatanBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kerjasama, prakarsa berpengaruh terhadap pelaksanaan IMD di Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sehingga adapun saran dalam penelitian ini diharapkan agar Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhan Batu  Selatan untuk pengembangan program kesehatan atau pembuatan qanun yang terkait langsung dengan IMD.

References

Organization WH. Early Initiation of Breastfeeding [Internet]. Update 6 November 2015. New York; 2015.

Organization. WH. Exclusive Breastfeeding [Internet]. Diperbarui tanggal 29 Juli 2015). New York; 2015.

Kesehatan Kementrian , RI KK. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes Kesehatan Republik Indonesia. 2013;

Indonesia KKR. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019 Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015.

RI KK. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 Tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. 2012.

Organization WH. Breastfeeding [Internet]. New York: (document on the internet); 2015.

Edmond KM, Zandoh C, Quigley MA, Amenga-Etego S, Owusu-Agyei S, Kirkwood BR. Delayed Breastfeeding Initiation Increases Risk of Neonatal Mortality. Pediatrics. 2006;117(3):e380–6.

Berkat S, Sutan R. The Effect Of Early Initiation of Breastfeeding on Neonatal Mortality Among Low Birth Weight in Aceh Province, Indonesia: an Unmatched Case Control Study. Adv Epidemiol. 2014;2014.

Debes AK, Kohli A, Walker N, Edmond K, Mullany LC. Time to Initiation Of Breastfeeding and Neonatal Mortality and Morbidity: A Systematic Review. BMC Public Health. 2013;13(3):S19.

Downloads

Published

2022-02-04