Agroprimatech http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/Agroprimatech <p>Agroprimatech&nbsp;is a National Scientific Journal for academics, practitioners, and Bureaucracy in encouraging equitable management of natural resources and sustainable. Agroprimatech&nbsp;is a periodic journal published twice a year by the&nbsp;Agrotechnology Studies Program of&nbsp; Prima Indonesia University with a focus on&nbsp; agriculture, environment and technology development.</p> Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia en-US Agroprimatech 2599-3232 RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE NURSERY SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN WAKTU PERENDAMAN YANG BERBEDA http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/Agroprimatech/article/view/2085 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) di pre nursery setelah pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dengan waktu perendaman yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dengan 4 taraf : 0% (B0), 25% (B1), 50% (B2), 100% (B3) dan faktor kedua adalah waktu perendaman dengan 4 taraf : 0 jam (P0), 5 jam (P1), 10 jam (P2), 20 jam (P3). Data di analisis dengan menggunakan sidik ragam (Analisis of variance) dengan signifikan 5 %. Dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan atau DMRT (Duncan multiple range test) dengan signifikan 5 %. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa pemberian konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dan waktu perendaman terhadap bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pre nursery, tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (berat segar, berat kering, panjang akar, panjang daun, dan diameter batang) pada minggu ke 4 – 12, kecuali diameter batang pada minggu ke 7.</p> Rama Riana Sitinjak Copyright (c) 2021 Agroprimatech 2021-10-30 2021-10-30 2 1 1 9 PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH CAIR TAHU DAN INTERVAL WAKTU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE NURSERY http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/Agroprimatech/article/view/773 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit (<em>Elaeis guineensis</em> Jaq.) tahap <em>Pre nursery</em> setelah pemberian limbah cair tahu dan interval waktu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama adalah pemberian limbah cair tahu dengan 4 taraf : (TO) 0 ml / polybag (TI) 100 ML / polybag (T2) 200 / polybag (T3) 300 ml / polybag. Dan faktor kedua adalah (I0) tanpa minggu (I1) 1 minggu (I2) 2 minggu (I3) 3 minggu. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dibawah pemberian limbah caitr tahu dan interval waktu terhadap bibit kelapa sawit (<em>Elaeis guineensis</em> Jaq.) tahap<em>Pre nursery</em>, tidak berpengaruh nyata terhedap pertumbuhan ( tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat segar total, berat kering total, berat akar segar, berat kering akar) pada minggu ke 5-12. Tetapi dapat menunjukkan nilai tertinggi pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat segar akar, berat kering akar pada minggu ke 12 hingga mencapai 20,93 cm, 4,25 helai, 0,55 mm, 4,48 gram, 1,15 gram, 0,93 gram, 0,43 gram.</p> sari anggraini Copyright (c) 2019 Agroprimatech 2021-10-30 2021-10-30 2 1 25 35 INVENTARISASI GULMA PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA SIDODADI KECAMATAN KUALA KABUPATEN LANGKAT http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/Agroprimatech/article/view/775 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan gulma terbanyak yang terdapat pada perkebunan kelapa sawit rakyat. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini yaitu metode deskriktif dengan teknik survei. Plot contoh menggunakan metode petak kuadrat (1 m x 1 m) dan diletakkan secara <em>purposive sampling</em> dengan total 12 plot. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 14 jenis gulma dengan 10 jenis berdaun lebar, 3 jenis berdaun sempit dan 1 jenis berdaun teki-tekian. Dari ketiga golongan ini terdapat beberapa jenis gulma dengan INP tertinggi pada berdaun lebar yaitu <em>Arachis pintoi</em> sebesar 14,96 %, INP tertinggi pada gulma berdaun sempit yaitu <em>Ottochloa nodosa </em>sebesar 17,78 %, dan INP tertinggi pada gulma teki yaitu <em>Cyperus rotundus </em>sebesar 10,84 %.</p> wildaL tobing Copyright (c) 2019 Agroprimatech 2021-10-30 2021-10-30 2 1 36 45 KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH DI BAWAH TEGAKAN KELAPA SAWIT DI PT. PP. LONDON SUMATRA INDONESIA, TBK (SEI MERAH ESTATE) http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/Agroprimatech/article/view/774 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi siklus tanam perkebunan kelapa sawit, mengetahui pengambilan contoh tanah di lapangan, mengetahui dan membandingkan sifat kimia tanah dibawah tegakan kelapa sawit pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)&nbsp; dengan fase Tanaman Menghasilkan (TM) di PT. PP. London Sumatra Indonesia, Tbk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus tanam di PT. PP. London Sumatra Indonesia, Tbk berada pada siklus tanam 4 yang yang terdiri dari siklus tanam pertama dan kedua ditanami dengan tanaman karet, sedangkan untuk siklus ketiga dan keempat ditanami kelapa sawit. Teknik pengambilan sampel tanah pada fase TBM dan TM sebanyak 6 sampel dengan masing-masing berat sampel 2 kg. Setiap sampel tanah diambil pada 9 titik untuk mencakup 1 afdeling. Karakteristik Sifat kimia tanah meliputi pH tanah pada fase TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) berkisar (4,52-5,35) tergolong masam dan pada fase TM (Tanaman Menghasilkan) berkisar (4,46-4,95) tergolong masam. Keadaan KTK (Kapasitas Tukar Kation) tanah pada fase TBM berkisar (10,2-18,72) tergolong rendah dan pada fase TM berkisar (10,68-16,2) KTK tanah tergolong rendah. Keadaan C-Organik tanah pada fase TBM berkisar (0,35-0,81) tergolong sangat rendah dan pada fase TM berkisar (1,19-1,9). C-Organik tanah tergolong rendah. Keadaan N-Total tanah pada fase TBM berkisar (0,04-0,07) tergolong sangat rendah dan pada fase TM berkisar (0,07-0,21) N-Total tanah tergolong sangat rendah. Keadaan Kejenuhan Al tanah pada fase TBM berkisar (0-6,57) tergolong sangat rendah dan pada fase TM berkisar (0,86-3,58) Kejenuhan Al tanah tergolong sangat rendah. Keadaan Al<sub>dd</sub> pada fase TBM berkisar (0-0,82) tergolong sangat rendah dan pada fase TM berkisar (0,14-0,58) Al<sub>dd</sub> tanah tergolong sangat rendah.</p> <p>&nbsp;</p> mahardika purba Copyright (c) 2019 Agroprimatech 2021-10-30 2021-10-30 2 1 46 57